Senin, 12 November 2007

Bambi dan Dunia Bawah Air


“Wow, lihat! Indah sekali kolam ini!” kata Bambi. Bambi bersama Blossom, temannya, berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai yang mengalir menuju ke sebuah kolam yang indah. Di sisi yang lain, air terjun yang jatuh diatas bebatuan sehingga menimbulkan percikan penuh gelembung.
Di kolam terlihat dua ekor bebek berenang. “Inilah tempat hidup kami,” kata salah satu bebek itu. “Semua jenis makhluk hidup di bawah air di bawah kami.” “Semuanya?” tanya Bambi. “Bolehkah kami melihatnya?” “Tentu saja,” jawab kedua bebek itu.
Bambi dan blossom memasukan kepala ke dalam air. Tak bisa dipercaya! Di dalam kolam banyak ikan berenang dan tumbuhan yang terlihat asing serta bebatuan. “seperti berada di dunia yang lain.” Pikir blossom. “aku tak pernah tahu bahwa semua ini hidup di dalam air.” Ikan-ikan juga terkejut ketika melihat muka bambi dan blossom di atas mereka. Mereka tidak tahu bahwa ada dunia dunia lain di luar kolam!
Bambi dan blossom tidak menyadari bahwa mereka berdua melakukan sesuatu yang berbahaya. Mereka memasukkan kepala mereka ke air dalam waktu yg lama. Padahal makhluk yg hidup di darat tidak akan bisa bernapas lama di air, demikian juga sebaliknya.
Ketika ibu bambi mengetahui hal itu, dia menarik kepala bambi keluar dari air. “itu perbuatan bodoh, bambi!” katanya. “kamu hidup di darat sedangkan ikan hidup di air. Kamu tak bisa hidup di air, begitu pula sebaliknya, ikan tak bisa hidup di darat.”
Mereka berdua sadar, ibu benar. Hidung mereka penuh air jarena terlalu lama dimasukkan ke dalam air. “hatsyyy!” mereka berdua bersin bersamaan. Benar-benar tidak nyaman rasanya.
Mendengar suara bersin mereka, ikan-ikan berlompatan keluar dari air untuk melihat apa yg terjadi. Kedua ekor bebek tadi cepat-cepat berbalik menuju ke air. “waktunya untuk minum teh,” kata ibu bambi. “kelihatannya kalian berdua kedinginan, ibu akan menyiapkan selimut tebal dan hangat.”

TAMAT

Senin, 29 Oktober 2007

LaGu - LaGu




TaPi BuKaN aKu




Jangan lg kau sesali keputusanku

ku tak ingin kau semakin kan terluk

tak ingin ku paksakan cinta ini . . .

meski tiada sanggup untuk kau terima . . .


aku memang manusia paling berdosa

yang mati rasa demi keinginan semu . . .

lebih baik jangan mencinta

biar ku dan semua hatiku

karna takkan pernah kau temui cinta sejati . . .


Reff:



berakhirlah sudah semua kisah ini

dan jangan kau tangisi lagi . .

sekalipun aku takkan pernah

mencoba kembali padamu . . .

sejuta kata maaf terasa

kan percuma . . .

sebab rasa ku t'lah mati untuk

menyadarinya . . .